“Apa benar CINTA bisa MEMBUNUH?”


::CINTA bukan DODOL::

 

“Apa benar CINTA bisa MEMBUNUH?”

 

Sejak kapan orang dibunuh cinta? Jawabannya sejak ada D’Masiv. Grup music  yang melejit dengan lagu-lagu balada yang melankolis ii pastinya akrab di telinga kamu. Sebut saja lagu macam Merindukanmu sampai lagu yang pertama kali membuat mereka jadi popstar; Cinta Ini Membunuhku.

Sebuah lagu disukai orang bisa karena musiknya yang enak, tarikan vokalnya yang keren, atau lirik lagunya yang riil dan bisa jadi curahan hati. Nah, lagu Cinta Ini Membunuhku, bisa jadi disukai banyak orang karena liriknya yang jadi ajang curhat. Ribuan pendengar mungkin pernah mengalami kejadian seperti yang dilantunkan grup ini.

Ada orang yang sudah ‘hidup-hidupan’ (jangan mati-matian nanti mati sebenarnya!) nguber someone, eh enggak dapat juga padahal segala hal sudah dikerahkan; waktu , tenaga, uang, pulsa. Tetapi tetap saja si dia bergeming. Enggak  terpengaruh. Itulah yang ditulis sama D’Masiv dalam lagunya:

 

kau membuat ku berantakan

kau membuat ku tak karuan

kau membuat ku tak berdaya

kau menolakku acuhkan diriku

 

bagaimana caranya untuk

meruntuhkan kerasnya hatimu

ku sadari ku tak sempurna

ku tak seperti yang kau inginkan

 

reff:

kau hancurkan aku dengan sikapmu

tak sadarkah kau telah menyakitiku

lelah hati ini meyakinkanmu

cinta ini membunuhku

 

bagaimana caranya untuk

meruntuhkan kerasnya hatimu

ku sadari ku tak sempurna

ku tak seperti yang kau inginkan

repeat reff

Mirip-mirip dengan lagu cipta karya D’Masiv, dulu rock band yang top tahun 80-an Queen pernah buat lagu berjudul Too Much Love Will Kill You. Tuh, saking kebanyakan cinta akhirnya over dosis dan mati.

Grup music TRIAD-nya Ahmad dhani juga menyanyikan lagu dangdut cinta yang ‘kejam’; lebih baik kau bunuh akau dengan pedangmu/daripada kau bunuh aku dengan cintamuuu/Lebih baik aku amti di tanganmu/Dari pada aku mati bunuh diri/ lebih baik aku mati di tanganmu/Dari pada aku mati bunuh diri. Weleh ini lagu sadis amat. (main bunuh-bunuhan) J

Sebagai catatan lagu dangdut karya leo Waldi ini pernah top tahun 80-an waktu dinyanyikan sama Muchsin Alatas.

Kasihan benar, smpai ada orang terbunuh oleh cinta. Tetapi apa benar ada orang yang mati ‘dibunuh’ cinta? Pasti bukan dalam arti dibunuhnya pakai pistol, ditikam, apalagi dimutilasi. Apa benar cinta itu bisa membuat orang jadi mati? Nah ini yang kudu dibahas serius. Habis nanti banyak orang enggak mau jatuh cinta karena takut dibunuh.

 

Kalo’ memang demikian, lalu CINTA yang seperti apakah yang kita inginkan???

Cinta yang Membunuh atau cinta yang Menghidupkan???

Cinta yang merusak atau yang memperbaiki?

Cinta yang buruk atau yang indah??

Cinta yang kotor atau cinta yang suci??

Cinta yang meresahkan atau cinta yang menentramkan???

 

Baca buku CINTA bukan DODOL..pasti tambah seru-seruan dalam berkemas tuk masa depanmu.

=>yang udah baca, baca lagi

 

Bukan promosi lho..! ini udah lama bukunya.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s