JADILAH SEPERTI SEMUT*


JADILAH SEPERTI SEMUT*

Semut itu adalah serangga eusosial dari keluarga Formisidae, yang termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Hewan kecil satu ini dikenal dengan koloni-koloninya yang super banyak yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan (1).

Walaupun bentuknya yang sangat mini, semut ini memiliki beberapa kebaikan dan hikmah yang bisa kita ambil bersama. Terbukti bahwa Allah menyebutkan semut di beberapa ayat dalam Al-Quran, bahkan dijadikanNya sebagai nama sebuah surat, surat an-Naml. Ini menandakan bahwa Allah ingin memberikan pesan kepada umat muslim untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari semut.

“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”(surat an Naml:18)

”maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: ‘Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh’”(surat an Naml:19)

Itulah dua ayat yang mencantumkan nama semut di dalamnya, sementara beberapa hikmah yang bisa kita ambil adalah kuatnya semut dan solidnya silaturahmi antar mereka. Di bawah ini adalah beberapa uraian tentang hikmah-hikmah tersebut:
1. Kuat
Walaupun semut adalah binatang yang sangat kecil, tapi ternyata semut adalah hewan yang sangat kuat. Bayangkan, semut jantan ternyata bisa menopang beban dengan berat 50 kali dari berat badannya sendiri. Sampai semut ini disebut sebagai hewan terkuat kedua di dunia setelah kumbang badak yang bisa menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badannya sendiri. Lebih kuat juga dengan gajah yang hanya dapat menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya saja.(1) Kamu sendiri gimana? Bisakah kamu menopang beban dengan berat 2 kali saja dari berat badanmu? Mungkin sekitar 100 kilo-an, sanggupkah?
Dari situ kita bisa mengambil hikmah, bahwa yang kecil saja bisa menjadi kuat, apalagi kita yang memiliki ukuran yang ribuan kali lebih besar dari semut. Sang Uswah kita, Nabi Muhammad SAW juga pernah menyampaikan bahwa “ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan “ (2). Dan tentu saja, mukmin yang memiliki fisik kuat akan lebih banyak bermanfaat daripada mukmin lemah.

2. Kerja Tim dan Silaturahmi yang Solid

Ketika seekor semut menemukan makanannya namun ia tak kuat membawanya sendiri, ada hal unik yang yang akan dilakukan semut ini. Tahukah kamu apa yang akan dilakukannya? Ternyata ia akan pulang dan memanggil teman-temannya, kemudian bersama-sama membawa makanan tersebut menuju rumahnya.
Ini membuktikan bahwa sekelompok semut memiliki kerja tim yang kuat untuk mencapai tujuannya. Tak cuma itu, ketika saling bertemu dengan saudaranya yang lain, sesibuknya dia dan apapun yang akan ia lakukan, pastilah dia menyempatkan untuk menyapa semut lain yang ia temui tersebut. Mungkin nanti kamu bisa mengeceknya sendiri ketika kamu menemui sekelompok semut.

Itulah beberapa hikmah yang bisa kita petik dari seekor semut. Hikmah yang bisa membuat Nabi Sulaiman teringat akan nikmat Allah SWT yang diberikan kepadanya. Tetapi sebenarnya masih banyak lagi pelajaran-pelajaran lain yang bisa kita ambil dari serangga kecil satu ini. Dari kerja kecerdasannya, sifat pantang menyerah, dan hikmah lain-lainnya.***
(Mahfudz Syam)

sumber :
(1)http://id.wikipedia.org/wiki/Semut
(2) (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Qadar, bab. Iman lil-Qadari wal-Idz’aan lahu)(Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Qadar, bab. Iman lil-Qadari wal-Idz’aan lahu)
http://kautsarku.wordpress.com/2008/03/15/mukmin-yang-kuat-lebih-dicintai-oleh-allah/

*Naskah of The week Jumadil Ula 1432 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s